Edukasi Logika Pemrograman dan Desain Kreatif bagi Siswa Sekolah Dasar di LPK Cipta Tungga Indonesia
Di era digital yang berkembang pesat, literasi teknologi perlu ditanamkan sejak dini. Hal inilah yang mendasari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung di LPK Cipta Tungga Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari yang dimulai pukul 08.00 hingga 14.30 WIB ini menyasar 60 orang siswa kelas IV dan V dari SDN 4 CIAMIS dan SDN 7 CIAMIS. Meski masih di usia belia, semangat para peserta terlihat sangat tinggi untuk mempelajari hal baru yang sebelumnya belum pernah mereka dapatkan di sekolah formal.
Tantangan Literasi Digital:
Sebelum kegiatan dimulai, sebagian besar peserta mengaku belum mengerti apa itu logika pemrograman (coding) maupun cara membuat desain digital. Selama ini, interaksi mereka dengan perangkat digital terbatas pada konsumsi hiburan, bukan sebagai alat untuk berkreasi atau memecahkan masalah.
Belajar Sambil Praktik (Hands-on):
Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian memberikan materi yang dirancang khusus untuk anak-anak, yaitu:
Logika Pemrograman Dasar: Memberikan pemahaman tentang bagaimana cara komputer berpikir dan cara menyusun instruksi yang sistematis.
Desain Kreatif dengan Canva:
Mengenalkan dasar-dasar visual, pemilihan warna, dan cara menggunakan elemen desain untuk menciptakan karya yang menarik.
Metode yang digunakan adalah praktek langsung. Setelah penjelasan singkat, anak-anak langsung memegang perangkat dan mencoba menyusun logika serta membuat desain pertama mereka di platform Canva.
Hasil yang Menginspirasi:
Hanya dengan waktu singkat, transformasi terlihat jelas. Anak-anak yang tadinya bingung kini mulai lancar menggeser elemen desain dan memahami alur logika sederhana.
"Tujuannya bukan agar mereka langsung menjadi ahli, tapi agar mereka paham bahwa teknologi adalah alat yang bisa mereka kendalikan untuk menciptakan sesuatu," ujar salah satu pelaksana kegiatan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, 60 peserta didik tersebut kini telah memiliki bekal dasar yang kuat. Mereka tidak lagi hanya menjadi penonton di dunia digital, tetapi mulai melangkah menjadi kreator masa depan.
Diskusi (0)
Akses Terbatas
Silakan login sebagai Peserta atau Alumni untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang